ATAS NAMA CINTA
Oleh : Andik Bambang

Di ujung penantianku
Aku bertemu “Bidadari”.
Dia pujaan setiap insan.
“Gadis” terhormat mulia di mata masyaratkat
“Gadis” yang kunanti sepanjang hayatku.
Parasnya Cantik nan Elok Rupawan
“Gadis” idamanku selama ini

Pertemuanku dan perkenalanku
Terpatri dalam lembayung memory indah bersamanya
Hujan berpayung daun pisang jadi saksi bisu
Menapaki manis getir kehidupan ini.

Roda mengilas kerinduanku padanya
Padahal Kupahatkan Janji Setia “Atas Nama Cinta”
Cinta yang takan layu
Cinta yang takan pudar
Cinta yang takan hianat
Cinta yang takan lapuk dan lekang dimakan usia dan masa
Inilah “Janji Cinta Setiaku”

Hari ini tergores luka mengga kembali
Romatika yang kita bangun
Hilang lenyap tandas di karang “Ijab-Kabul”
Pupuslah penatianku…..

Ku hinakan dirimu dalam cintaku
Ku benci pendam dalam rinduku
Akhirnya ku sakiti badan demi pelampiasanku
Tubuhku terkulau, terbalut tulang di pembaringan

Akhirnya kau datang bawa khabar kepalsuan
Mataku berkaca-kaca kau datang membawa sejuta obat
Buat penawar racun yang bersemayam di hulu jantungku
Setelah kulihat di dahimu ada “nukthoh merah” pertanda kau bukan milikku lagi

Aku ingin mengusirmu dalam pelabuhan hatiku…..
dan matamu berkaca-kaca mengemis pengampuan dariku
aku tak kuasa memaafkan diriku dan dirimu
walau Dia maha pengampun

Engkau tinggalkan aku antara hidup dan mati
Bersama kepingan-kepingan cinta palsumu
aku gantungkan pengharapnku.
kaulah harapan disaat aku tak mengerti langkah hedak kemana?
dengan janji “sapu tangan yang kau teteskan air mata”
Sebagai Ajimat pengharapanku dalam “Rantau”

kini aku mulai bangkit dari keterpurukan
Setelah aku dapat hikayat dari guru-guruku
Aku ingin bangkit meraih impian di dunia dan akhirat
Membawa tonggak perubahan….
Menghormati Cinta yang kau selipkan di hatiku
Walau hanya sekejap sebagai pelipur lara dihati
Walau nanti ku bawa mati mesti tak ada obatnya….

Namun aku berterima kasih pada Ilahi
yang ciptakan Kedahyatan Cinta
Meski ku teguk walau hanya setetes
Bersamanya “Bidadariku yang ku cintai selamanya”

Buah karya : Andik Bambang